Desa Wisata Bromonilan

Tips Sukses Mengembangkan Desa Wisata Ala Desa Wisata Bromonilan, Kalasan, Yogyakarta

Tips Sukses Mengembangkan Desa Wisata Ala Desa Wisata Bromonilan, Kalasan, Yogyakarta

Tips Sukses Mengembangkan Desa Wisata Ala Desa Wisata Bromonilan, Kalasan, Yogyakarta-Tidak semua desa dapat dikatakan dikembangkan menjadi sebuah desa wisata. Seperti yang sudah dibentuk dan digerak kan oleh Desa Wisata Bromonilan, Kalasan. Yogyakarta ini,Desa tersebut harus memenuhi syarat atau aspek produk desa wisata tertentu agar dapat dibangun menjadi sebuah desa wisata sebagai sumber perekonomian warga yang baru. Salah satu alasannya adalah karena persaingan pasar dengan desa lain sebagai objek wisata.

Namun, ketika sebuah desa mampu memenuhi 3 aspek produk desa wisata, bisa dijamin akan ada perubahan yang signifikan pada desa tak terkecuali perhatian pemerintah daerah pada desa sehingga desa dianggap menjadi sebuah benih desa wisata yang mampu dikembangkan untuk jauh kedepannya atau dalam hal ini dianggap berorientasi di masa depan. Berikut ke empat aspek tersebut:

Joglo Paris Sewu Desa Wisata Bromonilan
Joglo Paris Sewu Desa Wisata Bromonilan

Authenticity

Aspek produk desa wisata yang pertama adalah authenticity atau keaslian. Keaslian dari produk desa wisata ini sangatlah penting karena akan menjadi branding dalam promosi desa wisata. Desa harus menemukan potensi yang otentik sehingga dapat memunculkan sebuah objek wisata yang dapat dikembangkan yang akan lebih baik berbeda dengan objek yang sudah ada.

Beberapa contoh potensi dari desa yang memenuhi aspek produk desa wisata yang otentik adalah keberadaan potensi alam yang mampu dijadikan lokasi wisata seperti air terjun, danau baik danau asli maupun danau buatan, agrowisata dan beberapa jenis potensi lainnya. Pemberian nama yang memperhatikan tradisi lokal juga berpengaruh pada promosi nantinya.

Tips Sukses Mengembangkan Desa Wisata Ala Desa Wisata Bromonilan, Kalasan, Yogyakarta

Local Tradition

Selain otentik, aspek produk desa wisata lainnya adalah local tradition atau tradisi lokal yang sudah ada turun temurun di suatu desa. Karena sudah turun temurun, maka tradisi lokal ini dianggap sudah melekat pada masyarakat dan bisa dianggap menjadi suatu keunikan dari kearifan lokal yang beragam di Indonesia.

Aspek produk desa wisata dalam hal keunikan dari kearifan lokal atau tradisi masyarakat setempat ini bisa menjadi nilai jual yang menarik bagi wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Salah satu contohnya adalah bagaimana masyarakat Bali mengembangkan wisatanya dengan kebudayaan yang mereka miliki sehingga menjadi sebuah pagelaran yang menarik dan memiliki nilai jual.

Desa Wisata Bromonilan
Desa Wisata Bromonilan

Tips Sukses Mengembangkan Desa Wisata Ala Desa Wisata Bromonilan, Kalasan, Yogyakarta

Attitude and Values

Aspek produk desa wisata yang ketiga adalah sikap dan nilai yang disebut juga sebagai attitude and values. Mengapa hal ini menjadi penting? Karena masyarakat harus siap terhadap perubahan yang akan datang pada desa tempat dimana mereka tinggal. Akan ada banyak orang luar desa yang akan datang dan berkunjung dengan berbagai budaya dan kebiasaan yang mereka bawa.

Datangnya para wisatawan baik lokal maupun asing ini juga harus siap untuk dihadapi dengan filtrasi agar tidak merusak sikap dan nilai, tak terkecuali nilai-nilai kearifan lokal, yang ada dalam desa. Dengan demikian, sikap dan nilai yang dipertahankan juga akan dapat menjaga keaslian dari desa.

Conservation and Carrying Capacity

Perubahan akan datang, baik dalam hal penduduk desa yang mungkin akan bertambah karena terbukanya lapangan kerja hingga pengembangan desa agar dapat menjadi lokasi wisata yang layak bagi wisatawan. Namun, hal tersebut harus berpedoman pada aspek produk desa wisata yang mengarah pada nilai konservasi dan daya dukung.

Tanpa adanya aspek produk desa wisata pada konservasi dan daya dukung terhadap potensi wisata yang ada, fokus orientasi pengembangan lokasi wisata tidak dapat diarahkan ke arah masa depan. Lokasi wisata hanya akan menjadi tren sesaat yang akan kehilangan pengunjung karena tidak adanya pengelolaan untuk menjaga dan mengembangkan potensi.

Pembangunan desa wisata yang berproses mulai dari nol hingga pengembangannya perlu dikuatkan dengan daya dan upaya yang diberikan oleh masyarakat desa serta 4 faktor yang harus dipenuhi. Berikut 4 faktor suksesnya pembangunan desa wisata yang perlu dipenuhi dan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan desa wisata tersebut.

1. SDM Yang Kompeten

Bagaimana sebuah desa wisata dikelola oleh masyarakat desa? Apakah bisa maju dan terus berkembang? Jawabannya adalah bisa. Salah satu faktor suksesnya pembangunan desa wisata adalah SDM atau Sumber Daya Manusia yang dituntut bukan hanya dalam kuantitas namun juga kualitas dalam pengembangan desa wisata.

Oleh karena faktor suksesnya pembangunan desa wisata adalah kualitas SDM yang mengelola, maka perlulah adanya peningkatan mutu SDM di desa. Peningkatan mutu tersebut dapat berupa pelatihan pemahaman tentang desa wisata, hingga seminar singkat manajemen. Dengan demikian, tata kelola desa wisata dapat dibangun dengan sebuah sistem yang solid yang dapat terus dikembangkan.

 

Tempat Piknik Murah di Jogja
Tempat Piknik Murah di Jogja

2. Pengelolaan Desa Wisata

Faktor suksesnya pembangunan desa wisata yang kedua adalah pengelolaan desa wisata. Dalam hal ini sangat sulit rasanya apabila faktor pertama yakni SDM belum dapat dipenuhi.

Namun dengan adanya peningkatan mutu SDM, maka bisa berimbas pada pengelolaan atau manajemen desa wisata yang baik dan tentu saja bermanfaat bagi penduduk sekitar terlebih dahulu.

Pengelolaan desa wisata sebagai faktor suksesnya pembangunan desa wisata juga tak lepas dari tujuan untuk kesejahteraan masyarakat desa tersebut.

Jangan sampai pengelolaan tersebut hanya menguntungkan pihak tertentu saja yang mana mungkin pihak tersebut adalah pihak dari luar. Itulah mengapa pengelolaan desa wisata ini perlu ditunjang juga oleh SDM yang kompeten.

Tips Sukses Mengembangkan Desa Wisata Ala Desa Wisata Bromonilan, Kalasan, Yogyakarta

3. Promosi dan Pemasaran

Setelah dua faktor sebelumnya, akan sia-sia bila faktor suksesnya pembangunan desa wisata yang ketiga ini tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Faktor ketiga tersebut adalah promosi dan pemasaran dari produk desa wisata yag telah dikelola. Promosi dan pemasaran desa wisata haruslah fokus dan selektif agar tercapai tujuan promosi tersebut.

Faktor suksesnya pembangunan desa wisata dalam hal promosi dan pemasaran tersebut bisa dilakukan melalui media online seperti website, media sosial dan lain-lain hingga offline seperti pemasangan iklan atau pengadaan event-event tertentu. Inilah alasan lain mengapa perlu adanya peningkatan mutu SDM agar dapat meningkatkan pengelolaan desa wisata.

4. Orientasi Investasi Pada Aset Lokal

Selanjutnya, untuk faktor suksesnya pembangunan desa wisata nomor 4 adalah orientasi investasi pada aset lokal. Dukungan terhadap aset lokal akan memberikan dampak positif bagi desa.

Baca Juga : Tips Wisata Kuliner Hemat

Yang pertama secara ekonomi akan meningkatkan pendapatan warga desa sekitar dan yang kedua adalah mengurangi biaya pengeluaran karena mengutamakan kesejahteraan desa.

Aset lokal yang menjadi faktor suksesnya pembangunan desa wisata dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa dapat berupa produk-produk bumi seperti hasil pertanian atau perkebunan.

Produk bumi ini juga bisa menjadi ciri khas yang dapat dipromosikan dan dipasarkan di luar dengan brand dari khas desa yang menguatkan nama desa wisata di kalangan masyarakat.

Itulah 4 faktor suksesnya pembangunan desa wisata yang perlu untuk dipenuhi sebelum desa dikembangkan ke tingkat selanjutnya sebagai desa wisata yang maju.

Tanpa adanya pemenuhan ke 4 faktor tersebut, dikhawatirkan kesejahteraan dari desa wisata tidak dapat dirasakan oleh warga desanya sendiri atau bahkan nantinya malah dirasakan oleh pihak luar.

Leave a Comment